PEMBUATAN KABEL FIBER OPTIC

 NAMA DEWA RIZKI VALENCIA 

KELAS 10 TKJ 1 


FIBER OPTIC 

1. Pengertian Fiber Optik

Ilustrasi kabel serat optik
Ilustrasi kabel serat optik

Fiber Optik (FO) adalah sebuah media yang menggunakan pandu gelombang cahaya yang ditransmisikan pada ruangan kaca berbentuk silinder.

Teknologi ini dikembangkan pada akhir tahun 1960 sebagai solusi untuk pengembangan sistem komunikasi yang semakin lama membutuhkan bandwidth yang semakin besar dengan laju kecepatan yang semakin tinggi.

Fiber optik dibuat dengan bahan yang berbentuk seperti kaca, meskipun terdapat komponen-komponen pendukung lainnya yang berbahan bukan dari kaca.

Dalam pipa fiber ini cahaya yang mengidentifikasikan data-data digital ditransmisikan dari satu tempat ke tempat lainnya sehingga tercipta komunikasi data yang cepat.

Komunikasi data yang cepat ini akibat dari sifat dari cahaya itu sendiri yang memiliki kecepatan lebih tinggi daripada kecepatan gelombang radio.

Dalam penyebutannya fiber optik juga dikenal dengan istilah serat optik.


2. Sejarah

2.1 Awal Perkembangan

Awal mula fiber optik ditandai dengan ditemukannya sistem photo-phone oleh Alexander Graham Bell.

Pada tahun 1880 Bell menciptakan sistem komunikasi cahaya yang disebut sebagai photo-phone menggunakan media berupa cahaya matahari yang dipantulkan oleh cermin suara termodulasi tipis untuk menghantarkan percakapan.

Pada sisi penerima, cahaya matahari termodulasi mengenai sebuah foto kondukting sel selenium yang dapat merubahnya menjadi arus listrik.


3. Fungsi

Dilihat dari pengertiannya serat optik memiliki fungsi yang sama dengan kabel pada umumnya, yaitu untuk transmisi data dari satu jaringan komputer ke jaringan komputer lainnya.

3.1 Transmisi Data Super Cepat

Namun yang membedakannya dengan jenis kabel yang lain yaitu kemampuan dalam memberikan akses dan transfer data secara cepat.

Kecepatan transmisi data ini akibat media penghantarnya yang berupa gelombang cahaya, bukan dari cepat rambat elektron pada suatu media hantar kabel biasa.

3.2 Menghubungkan Internet di Belahan Dunia

Selain untuk menghubungkan sesama jaringan komputer, ternyata serat optik ini banyak digunakan dan ditanam di dasar laut untuk menjaga konektivitas satu negara dengan negara lainnya agar tetap terhubung.


4. Cara Kerja

Cara kerja serat optik secara sederhana adalah menghantarkan data melalui cahaya.

Secara singkat cara kerjanya seperti berikut ini:

  1. Data siap dikirimkan
  2. Data dalam bentuk listrik
  3. Data kemudian diubah menjadi cahaya
  4. Cahaya ditransmisikan dalam kabel serat optik menuju lokasi yang dituju
  5. Data dalam bentuk cahaya kemudian diubah kembali menjadi data elektrik
  6. Data diterima

5. Komponen Kabel Serat Optik

Komponen kabel serat optik sangat unik dan sangat berbeda dengan kabel biasanya sehingga mudah untuk dikenal.

Komponen serat optik menggunakan serat kaca sebagai salah satu bahan penyusunnya untuk memaksimalkan dan menangkap pantulan cahaya total yang kuat dari cermin sehingga data diubah dengan cepat dengan jarak yang cukup luas.

Pantulan yang didapatkan pada cahaya yang bergerak membentuk sudut-sudut yang yang rendah dengan serat-serat kacanya.

Efisiensi dari pantulan tersebut dipengaruhi oleh kemurnian bahan fiber optik yang mana semakin murni bahan kaca yang digunakan maka cahaya yang diserap akan semakin sedikit sehingga menghasilkan pantulan yang besar.

Komponen penyusun serat optik saling mendukung kinerja masing-masing bagiannya sehingga menghasilkan kinerja yang optimal dan efisien.

Komponen serat optik memiliki komponen yang khas dan memiliki fungsinya masing-masing.

Komponen kabel serat optik
Komponen kabel serat optik

Pada dasarnya komponen dari serat optik terdiri atas 4 bagian penyusun utama, yaitu bagian inti (core), cladding, coating/ buffer, dan outer jacket.


6. Kelebihan dan Kekurangan

Berikut akan dibahas mengenai beberapa kelebihan dan kekurangan dari penggunaan kabel serat optik.

6.1 Kelebihan Penggunaan Fiber Optik

Serat optik memiliki beberapa kelebihan yaitu mampu menyalurkan data yang lebih besar dengan kecepatan transmisi yang tinggi sehingga bagus digunakan untuk saluran komunikasi.

Kecepatannya bisa mencapai 10 Gbps, 40 Gbps, bahkan 100 Gbps sehingga lebar bandwith (pita) menjadi lebih banyak.

Serat optik lebih aman digunakan dibanding dengan yang lainnya karena fiber optik pada kabel tidak mudah terbakar, tidak berkarat, tahan temperatur tinggi, dan tidak menghantarkan listrik sedikit pun.

Alat ini tidak menggunakan listrik atau kecepatan elektron melainkan kecepatan cahaya sehingga gangguan pada serat optik hanya sedikit karena tidak dipengaruhi gelombang radio dan magnetik, serta relatif tahan lama karena terbuat dari plastik.

Ukuran kabel serat optik pun lebih kecil dibandingkan kabel jenis lain sehingga mudah disimpan.

Serat optik dapat mentransmisikan sinyal yang lebih luas dibandingkan kabel yang dialiri tegangan lsitrik, bahkan tidak membutuhkan kabel tegangan listrik tersebut dan tidak menggunakan repeater.

Jika dibutukan repeater maka akan diletakkan pada jarak yang jauh, sekitar 50-100 km.

Perusahaan besar yang bergerak menggunakan internet umumnya menggunakan fiber optik karena bebas menggunakan bandwidth tinggi sehingga mampu mengantarkan data dalam jumlah yang besar.

6.2 Kekurangan Fiber Optik

Serat optik memiliki beberapa kekurangan di antaranya pemasangan dan perawatan untuk serat fiber optik agak susah karena jika rusak harus memanggil teknisi yang mahir di bidang tersebut.

Harga serat optik pun relatif mahal dibandingkan dengan kabel lainnya seperti kabel UTP atau kabal listrik biasa.

Kabel fiber optik tidak dapat diletakkan di belokan yang tajam karena fiber optik menggunakan cahaya sebagai pengantar sinyal.

Jika kabel ditekuk maka cahaya akan bocor dan akan mengalir ke tekukan tersebut sehingga transmisi data menjadi terganggu.


7. Jenis-jenis Transmisi Fiber Optik

Serat optik dibedakan menjadi dua berdasarkan pada mode transmisinya.

Jenis-jenisnya yaitu Serat Optik Single Mode (SMF) dan Serat Optik Multi Mode (MMF).

Kabel SMF yaitu kabel jaringan yang memiliki transmisi tunggal sehingga hanya bisa menyebarkan cahayanya hanya melalui inti (hanya satu) dalam suatu waktu.

Jenis serat optik ini memiliki inti berukuran kecil dengan diameter sekitar 9 mikrometer yang digunakan untuk mentransmisikan gelombang cahaya dari sinar laser inframerah dengan panjang gelombang 1300 nanometer hingga 1550 nanometer.

Kabel MMF adalah kabel yang mampu mentransmisikan banyak cahaya pada waktu bersamaan karena mempunyai ukuran inti yang besar dan memiliki diameter sekitar 625 mikrometer saja.

Kabel jenis ini biasa digunakan untuk berbagai keperluan komersial yang umumnya banyak diakses banyak orang.

Serat optik MMF dapat mengirimkan sinar yang memiliki panjang 850 nanometer sampai 1300 nanometer.

Berikut ini adalah tabel perbandingan SMF dan MMF:

VariabelSingle-ModeMulti-Mode
Besar diameter core5-10 mikrometer50, 62.5 dan 100 mikrometer
Jenis cahayaLaser infraredLED
Banyak pancaran cahayaSatuBeberapa
Jenis pancaran cahaya1319 dan 1510 Nanometer850 dan 1300 nanometer
Jarak pancaran cahaya30-100 kilometer500 meter – 2 Kilometer
BandwidthUp to 10 GbpsUp to 1Gbps
BiayaCenderung lebih mahalCenderung lebih murah

8. Jenis-jenis Kabel Serat Optik

Kabel yang sering digunakan di antaranya yaitu kabel penyangga ketat (tight buffer), kabel breakout (breakout cable), kabel udara (aerial cable), dan kabel hibrida (hybrid cable).

8.1 Kabel Tight Buffer

Kabel tight buffer dioptimalkan untuk aplikasi dalam ruangan.

Kabel ini paling cocok digunakan untuk koneksi LAN/WAN karena memiliki jangkauan menengah sampai jarak cukup jauh.

Lebih mudah dipasang karena tidak adanya gel yang harus dibersihkan.

8.2 Kabel Breakout

Kabel breakout adalah kabel yang dibuat dari beberapa buah kabel simplex yang dibundel bersama sehingga membuat desain kabel ini menjadi kuat dan lebih besar dari kabel lainnya.

Kabel Breakout adalah salah satu jenis kabel serat optik yang mengandung beberapa serat, masing-masing dengan jaket sendiri dan semuanya dikelilingi oleh satu jaket umum.

Kabel breakout dirancang untuk instalasi Fiber Optic Connectors, tetapi cenderung memiliki kerugian transmisi tinggi karena adanya tikungan dalam serat.

Kabel breakout cocok untuk operasi saluran serta aplikasi riser dan plenum.

8.3 Kabel Udara (Aerial)

Kabel Udara adalah kabel yang pemasangannya menggantung di udara dengan bantuan beberapa tiang penyangga.

Perbedaan kabel aerial dengan kabel FO jenis lain yaitu pada kabel aerial terdapat kawat penguat yang berfungsi untuk menahan kabel saat digantung.

Kabel udara memiliki tiga jenis di antaranya Figure 8, ADSS, dan OPGW.

8.4 Kabel Hibrida

Kabel terakhir yaitu Hybrid kabel, kabel ini menggabungkan kabel coaxial dengan kabel dari serat optik konektor.


9. Kode Warna Kabel Fiber Optik

Bagian tube dan core pada fiber optik
Bagian tube dan core pada fiber optik

Kabel FO memiliki struktur yang berbeda dengan struktur kabel tembaga multipair yang sering dijumpai.

Kabel tembaga terdiri dari pasangan atau pair, sedangkan kabel fiber optik terdiri dari Fiber, Tube, dan Coat.

Fiber merupakan bagian inti pada kabel serat optik dengan warna tertentu yang terbuat dari serat kaca dengan ukuran diameter 2-50 mikrometer.

Tube merupakan sebuah lapisan berwarna yang terbuat dari bahan serat kaca untuk membungkus dan melindungi beberapa fiber.

Tube memiliki diameter sebesar 50-250 mikrometer, bergantung pada banyaknya jumlah dan diameter fiber yang ada di dalamnya.

Sebuah tube dapat membungkus maksimal sebanyak 12 Fiber, tube tersebut kemudian dilapisi lagi oleh pelapis paling luar berbahan plastik yang disebut dengan coat.

Coat berfungsi untuk melindungi gangguan dari luar seperti kelembapan udara yang dapat merusak bagian dalam.

9. Kode Warna Kabel Fiber Optik

Bagian tube dan core pada fiber optik
Bagian tube dan core pada fiber optik

Kabel FO memiliki struktur yang berbeda dengan struktur kabel tembaga multipair yang sering dijumpai.

Kabel tembaga terdiri dari pasangan atau pair, sedangkan kabel fiber optik terdiri dari Fiber, Tube, dan Coat.

Fiber merupakan bagian inti pada kabel serat optik dengan warna tertentu yang terbuat dari serat kaca dengan ukuran diameter 2-50 mikrometer.

Tube merupakan sebuah lapisan berwarna yang terbuat dari bahan serat kaca untuk membungkus dan melindungi beberapa fiber.

Tube memiliki diameter sebesar 50-250 mikrometer, bergantung pada banyaknya jumlah dan diameter fiber yang ada di dalamnya.

Sebuah tube dapat membungkus maksimal sebanyak 12 Fiber, tube tersebut kemudian dilapisi lagi oleh pelapis paling luar berbahan plastik yang disebut dengan coat.

Coat berfungsi untuk melindungi gangguan dari luar seperti kelembapan udara yang dapat merusak bagian dalam.

9.1 Warna pada Core dan Tube

Kode warna kabel serat optik digunakan untuk menentukan urutan serat maupun tube.

Urutan warna kabel serat optik mengacu pada urutan yang dibuat oleh Telecommunications Industry Associaton yang disebut dengan standar TIA/EIA- 598.

Sesuai dengan standard TIA/ EIA-598 yang dipakai secara internasional, digunakan 12 warna sebagai pengenal urutan yaitu

  1. biru,
  2. jingga,
  3. hijau,
  4. cokelat,
  5. abu-abu,
  6. putih,
  7. merah,
  8. hitam,
  9. kuning,
  10. violet,
  11. pink, dan
  12. aqua

Warna-warna tersebut menentukan urutan fiber maupun tube.

Kabel fiber optik sendiri maksimum berisi 144 fiber atau 12 tube (satu tube berisi 12 fiber).

9.2 Penentuan Nomor Uratan Fiber dan Tube

Kabel fiber optik maksimum dapat menampung 12 tube atau 144 fiber sehingga akan ada kode kabel dari nomor 1 sampai dengan 144 (maksimum).

Cara mengidentifikasi urutan kabel tersebut dengan cara mengidentifikasi warnanya.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya warna pada fiber maupun tube berurutan dengan sama, mulai dari warna biru sampai aqua.

Kabel tube pertama akan berwarna biru, kemudian kabel fiber pertama (nomor 1) dalam tube warna biru akan berwarna biru dan fiber terakhir dalam tube berwarna biru akan berwarna aqua (nomor 12).

Begitu pun pada tube kedua, tube akan berwarna jingga. Fiber pertama pada tube jingga (nomor 13) akan berwarna biru dan fiber terakhir (nomor 24) akan berwarna aqua.

Agar lebih jelasnya perhatikan gambar berikut.

Cara identifikasi warna kabel fiber optik
Cara identifikasi warna kabel fiber optik

10. Pengelola Jaringan Kabel Optik Bawah Laut

Teknologi serat optik kini semakin dikembangkan dengan kapasitas data yang semakin besar sehingga dapat menghantarkan berbagai trafik internet baik berupa teks, suara, maupun video.

10.1 AT&T

AT&T merupakan salah satu perusahaan internasional dalam bidang telekomunikasi yang bermarkas di San Antonio, Texas, Amerika Serikat.

Perusahaan ini mempekerjakan 189.950 pekerja untuk memproduksi telepon, internet, dan televisi.

AT&T pun bergerak dalam bisnis penyediaan jaringan kabel serat optik.

10.2 Google dan Orange

Selain AT&T, Google pun menjalin kerja sama dengan Orange untuk mengerjakan proyek kabel bawah laut trans atlantik ‘Dunant’ yang menghubungkan Perancis dan Amerika Serikat.

Kabel sepanjang 6.600 kilometer ini mulai beroperasi pada tahun 2020 di Stasiun Pendaratan, Pantai Atlantik, Perancis.

Kabel Dunant sendiri merupakan bagian gelombang investasi besar-besaran milik Google.

Orange sendiri merupakan perusahaan telekomunikasi Perancis yang merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan Datacom terbesar di dunia.


11. Infrastruktur Fiber Optik di Indonesia

Kabel FO atau dikenal dengan serat optik juga membentang di dasar laut Indonesia.

Salah satu daerah yang dilewatinya yaitu perairan Anambas yang telah dibentangi sejak tahun 2012 lalu.

Tidak tanggung-tanggung, diperkirakan terdapat 40 kabel serat optik di perairan tersebut, di antaranya adalah kabel oleh Tata TGN-Intra Asia, Asia Pasific Gateway, Asia-America Gateway, Verizon, BIG Telecom, hingga Cable Wireless.

11.1 Fiber Optik oleh Telkom

Infrastruktur fiber optik di Indonesia salah satunya dikelola oleh PT Telkom.

Perusahaan BUMN ini telah menyelesaikan jaringan backbone fiber optik yang membentang dari Sabang hingga Merauke dengan total panjang kabel serat optik 81.831 km.

Harapannya hal ini bisa membuat Indonesia menjadi lebih terintegrasi sehingga masyarakat dapat melakukan perekonomian berbasis digital secara lebih efektif dan cepat.

Al Alat Fiber Optic


1. Fusion Splicer

2. Stripper Atau Miller



3. Cleaver




4. Optical Power Meter (OPM)




5. Optical Time Domain Reflectometer (RTDR)




6. Light Source



7. Optical Fiber Identifier




8. Visual Fault Locator












Komentar