Perkembangan Teknologi pada Teknik jaringan komputer dan Telekomunikasi loT

 

Pengertian Internet of Things 

    NAMA DEWA RIZKI V.
    KELAS X TKJ 1

            

Internet of Things (IoT) atau Internet untuk segala adalah sebuah konsep yang mengacu pada jaringan objek fisik yang terhubung ke internet dan dapat saling bertukar data tanpa perlu campur tangan manusia. Dengan kata lain, IoT merujuk pada kemampuan suatu benda atau perangkat untuk terhubung dengan internet, mengumpulkan data, dan bertindak sesuai dengan data tersebut. Contoh perangkat IoT yang umum meliputi sensor, kamera, lampu, pintu otomatis, dan lain sebagainya. Konsep IoT telah membuka peluang besar dalam pengembangan solusi teknologi cerdas dan aplikasi terkait yang dapat meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan keamanan dalam kehidupan sehari-hari. 

1. Sejarah Internet of Things 



IOT atau Internet of Things pertama kali dicetuskan oleh Kevin Ashton, seorang pionir teknologi Inggris, pada tahun 1999 saat bekerja di Pusat Auto-ID Massachusetts Institute of Technology (MIT). Ia menyatakan bahwa sebuah objek atau benda bisa berkomunikasi dengan internet melalui sensor yang terpasang di dalamnya, sehingga dapat terkoneksi dengan perangkat lainnya. Saat itu, IOT belum banyak diperbincangkan dan belum ada teknologi yang dapat mendukung konsep tersebut. Barulah pada awal tahun 2000-an, teknologi sensor dan jaringan nirkabel mulai berkembang dan memungkinkan IOT untuk direalisasikan. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak perusahaan dan pengembang yang tertarik untuk mengembangkan IOT, sehingga membuatnya semakin berkembang dan menjadi hal yang sangat penting di era digital saat ini. 


2. Cara kerja IoT



didasarkan pada koneksi internet dan teknologi sensor. Pertama-tama, perangkat IoT dilengkapi dengan sensor yang mampu mendeteksi berbagai jenis data, seperti suhu, kelembaban, cahaya, gerakan, dan lain sebagainya. Data yang terkumpul dari sensor tersebut kemudian dikirim ke server melalui koneksi internet. 

Server yang menerima data dari perangkat IoT kemudian memproses data tersebut untuk diambil kesimpulan atau keputusan tertentu. Proses ini sering disebut sebagai “analytics”. Hasil dari proses analytics kemudian dikirim kembali ke perangkat IoT untuk diterapkan pada sistem atau perangkat tersebut. 

Contoh sederhana cara kerja IoT adalah termostat pintar yang terhubung dengan sistem pemanas atau pendingin ruangan. Termostat akan mengukur suhu di dalam ruangan dan mengirimkan informasi tersebut ke server. Server kemudian akan memproses data dan mengambil keputusan apakah perangkat pemanas atau pendingin perlu diaktifkan atau dimatikan. Keputusan tersebut kemudian dikirim kembali ke termostat untuk diterapkan pada sistem pemanas atau pendingin ruangan. 

Secara umum, IoT memungkinkan perangkat untuk saling terhubung dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan tertentu, seperti menghemat energi, meningkatkan efisiensi produksi, atau meningkatkan kenyamanan pengguna. 

3. Manfaat Internet of Things 

Internet of Things (IoT) memiliki banyak manfaat, di antaranya: 

  • Efisiensi dan Produktivitas: IoT memungkinkan perangkat untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi secara otomatis, menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi dan produktivitas yang lebih baik dalam bisnis dan industri. 
  • Keterjangkauan: Teknologi IoT semakin terjangkau dan mudah diakses, sehingga dapat digunakan dalam berbagai skala, dari bisnis kecil hingga besar. 
  • Kemudahan dan kenyamanan: IoT memungkinkan kontrol jarak jauh dan otomatisasi banyak perangkat, sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari. 
  • Penghematan Energi: IoT dapat membantu dalam penghematan energi, mengurangi biaya operasional dan dampak lingkungan. 
  • Peningkatan Keamanan: IoT dapat membantu meningkatkan keamanan melalui sistem pemantauan otomatis dan deteksi dini. 
  • Data dan Analitik: IoT dapat menghasilkan data yang dapat digunakan untuk analisis dan pengambilan keputusan yang lebih baik dalam bisnis dan industri. 
  • Peningkatan Kualitas Hidup: IoT dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas hidup melalui sistem kesehatan dan rumah pintar, dan dapat membantu mengatasi masalah kesehatan dan lingkungan. 

4. Kemampuan Internet of Things 



Internet of Thing (IoT) adalah sebuah konsep dimana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer.


5. Unsur-Unsur yang Membentuk IoT

Secara teknis, IoT ini memiliki beberapa unsur yang membuatnya bisa bekerja secara maksimal, apa aja?
 

  1. Artificial Intelligence (AI)
    Mengupload: 89375 dari 89375 byte diupload.

    Kecerdasan buatan (AI) dalam sebuah IoT memungkinkan terjadinya komunikasi secara pintar. Adanya AI dalam IoT akan mampu melakukan analisis yang lebih kompleks, pengaturan jaringan, hingga pengembangan algoritma.
     

  2. Sensor

    Sensor dalam IoT memiliki fungsi mengubah jaringan dari kondisi sistem yang pasif menjadi aktif, serta memungkinkan terintegrasi dengan kondisi lingkungan.
     

  3. Konektivitas

    IoT membutuhkan koneksi jaringan yang stabil sehingga komunikasi bisa berlangsung lancar. Di Indonesia, jaringan sekelas Telkomsel sangat membantu perkembangan IoT yang ada.
     

  1. Data Processing 

    Pemrosesan data ini memungkinkan aplikasi dari IoT bisa melakukan berbagai tindakan. Sebagai contoh misalnya menghidupkan lampu saat si pemilik pulang di jam tertentu atau untuk tujuan mendeteksi adanya bahaya di rumah.
     

  2. User Interface

    Antarmuka pengguna ini memungkinkan seseorang melakukan berbagai tindakan, misalnya menyesuaikan kondisi suhu udara, kondisi cahaya terhadap lingkungan, dan sebagainya.


6. Macam Macam Bidang Penerapan IoT



IoT diterapkan dalam bidang energi untuk bentuk pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan suatu energi. Berikut adalah beberapa contoh penerapannya:

1. Smart grid




Pernahkah Anda membayangkan bagaimana aliran listrik bekerja hingga seluruh rumah atau tempat mendapatkan bagian energi sesuai porsinya? Seluruh proses distribusi jaringan hingga pengaturan pemakaian listrik tersebut diatur oleh teknologi smart grid.

Teknologi ini merupakan gabungan antara teknologi komunikasi dan informasi yang dihubungkan dengan software untuk memiliki kendali atas sistem tenaga listrik. Dalam penerapannya, smart grid menggunakan teknologi sensor dan metering.

Sensor berfungsi untuk memantau penggunaan listrik. Misalnya, sebuah lampu memiliki sensor otomatis yang mendeteksi lingkungan sekitarnya melalui sensor gerak. Ketika seseorang lewat di depannya, lampu akan otomatis menyala dan tersambung dengan listrik dan begitu pula sebaliknya.

Sementara itu, metering digunakan untuk mengukur penggunaan energi secara real-time. Pemantauan ini ditujukan agar penggunaan listrik oleh pengguna bisa lebih bijak dan efektif serta mengidentifikasi pola penggunaan yang di luar batas.

Smart grid ini sangat cocok digunakan dalam sebuah perusahaan untuk bisa menghemat energi dan tentunya pengeluaran operasional. Dengan begitu, lonjakan biaya listrik yang berlebihan bisa diatasi dan dialihkan untuk pengeluaran lain.

2. Monitoring kualitas udara




Selain pada energi listrik, teknologi IoT juga ternyata diterapkan untuk sistem monitoring kualitas udara.

IoT digunakan untuk memantau kualitas udara, seperti kadar partikulat, konsentrasi gas, dan suhu. Pemantauan tersebut menggunakan sensor, gateway, server, dan cloud storage. Dengan sensor, kualitas energi suatu daerah dapat terdeteksi secara real-time sehingga dapat langsung diinformasikan mengenai keadaan terbaru.

Informasi dari hasil sensor tersebut kemudian akan diteruskan oleh sistem gateway yang sudah terhubung dengan jaringan internet. Nantinya, hasil akhir dari data sensor yang telah terkumpul tersebut akan dikirimkan ke server sebagai pusat data.

Data kualitas udara kemudian akan dianalisis dan disimpan pada cloud storage. Terakhir, user dapat mengetahui informasi seputar parameter udara melalui aplikasi atau situs yang sudah terintegrasi dengan jaringan internet.

Teknologi ini sangat cocok diterapkan pada perusahaan tempat produksi, seperti pabrik. Dengan pemantauan kualitas udara ini, perusahaan bisa mengetahui seberapa buruk polusi yang dihasilkan akibat efek produksi dan dapat mengatur penurunan tingkat emisi berbahaya bagi lingkungan. Dari hasil tersebut, perusahaan bisa memantau dan menurunkan risiko penyebaran polusi udara berlebih.

3. Smart home




Apakah di rumah Anda menggunakan teknologi seperti voice assistant seperti Google Assistant atau Siri? Jika ya, berarti Anda sudah menerapkan penggunaan IoT dalam bidang energi yang disebut smart home.

Teknologi berbasis IoT ini digunakan untuk memantau pemakaian energi pada tingkat rumah tangga atau individu. Dengan kata lain, smart home lebih banyak digunakan di rumah, toko, atau gedung perkantoran.

Tujuan dari penerapan smart home ini adalah untuk mengidentifikasi, mengatur, dan memberikan solusi dalam penghematan energi. Terlebih penggunaan energi di perumahan yang juga paling banyak digunakan. Untuk itu, teknologi ini sangat tepat digunakan oleh perusahaan developer perumahan yang tawarkan fasilitas smart home bagi pemilik rumah.

Fasilitas ini bisa jadi nilai tambah tersendiri bagi perusahaan ataupun calon pembeli karena dapat turut andil dalam penghematan energi. Pemilik rumah bisa mengatur batas waktu pemakaian AC (air conditioner) pada jam tertentu. Jadi, ketika tiba waktu yang sudah diatur, AC akan mati secara otomatis.

Tentu teknologi smart home ini bisa membantu pengurangan pemakaian sumber energi yang tidak efisien dan sia-sia.

4. Otomasi sistem




Otomasi sistem merupakan proses produksi dengan menggunakan tenaga mesin yang terintegrasi dengan sistem komputer. Otomasi mesin ini berfungsi untuk mengontrol cahaya, mengatur pendingin atau penghangat, dan ventilasi secara otomatis. Tidak menutup kemungkinan menggunakan AI dalam IoT untuk membuat sistem lebih efisien.

Pemantauan dan pengontrolan teknologi ini tergantung dengan kondisi lingkungan sehingga menyesuaikan kebutuhan dari sekitarnya. Dengan begitu, tidak ada energi yang terbuang sia-sia selama mesin dinyalakan.

5. Smart meter




Penggunaan sumber energi pada perusahaan juga perlu dipantau dengan menggunakan smart meter. Dengan teknologi ini, perusahaan bisa melakukan monitoring terkait penggunaan sumber energi pada kantor atau toko.

Smart meter juga cocok untuk digunakan pada apartemen atau gedung lainnya untuk mengefisienkan penggunaan listrik dan air. Dengan begitu, bagi para pemilik perusahaan ataupun individu, keduanya bisa mengetahui besaran kapasitas listrik dan air yang digunakan setiap harinya.

Teknologi smart meter ini berfungsi untuk mencatat informasi penggunaan energi listrik, besaran tegangan, dan arus listrik. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi dan memantau perilaku konsumsi apakah bijak atau boros.

7. Pertanian IoT



Pertanian adalah salah satu seperti apa dan bagaimana industri ini digabungkan dengan dunia digital dalam hal ini internet. Pengaplikasian IoT pada bidang pertanian adalah pada pengumpulan data suhu, data tentang curah hujan, kelembaban, hama, kecepatan angin, maupun muatan tanah . data-data tadi digunakan sebagai membantu cara pengoptimalisasian teknik pertanian, selain itu juga dapat digunakan dalam mengambil sebuah keputusan, berdasarkan informasi yang telah terkumpul.

8. Energi 



Mudah nya gadget tersambung dengan internet perlu lebih Anda aware lagi. Internet memudahkan pengguna smartphone memperoleh informasi dari negatif dan positif tergantung Anda dalam menggunakannya. Penghematan energi perlu dibiasakan oleh Anda. 

Dengan menggunakan IoT energi dapat dihemat dengan drastis. Contohnya penghematan pada penggunaan listrik contoh dengan IoT Anda dapat mengontrol penggunaan lampu ruangan atau Iot juga bisa mengaktifkan fungsi layaknya penjadwalan seperti mematikan bahkan menyalakan sebuah mesin, seperti oven. Selain itu juga bisa mengatur pencahayaan yang semula cepat menjadi terang atau sebaliknya dan itu Anda hanya menggunakan internet yang terkoneksi pada smartphone Anda.

9. Lingkungan 



Anda selalu ingin udara yang terbebas polusi. Contoh penerapan Iot pada bidang lingkungan adalah dengan pemantauan kualitas udara, atau air bahkan bisa untuk memantau berbagai satwa yang tinggal di alam bebas. IoT ini digunakan untuk memperingatkan anda atau alarm bila tingkat polusi naik dll. Sehingga masyarakat lebih waspada dan dapat mengurangi korban jiwa. 

Itulah penerapan iot pada bidang pertanian, energy serta lingkungan, dengan adanya Iot maka semua hal bisa terasa lebih praktis serta lebih cepat, Iot sendiri kini lebih serius untuk dikembangkan, karena kesadaran bahwa dunia membutuhkan sebuah teknologi yang cepat dan efisien seperti Iot ini, 

Namun tidak semua orang paham dan mengerti bagaimana pengaplikasian iot pada sebuah bidang, dan oleh karenanya salah satu upaya agar orang semakin paham dan mengerti tentang Iot, maka banyak perusahaan bekerja sama untuk memperkenalkan Iot sekaligus memperkenalkan produk mereka dengan menggunakan Iot yang dapat membawa berbagai kemudahan untuk pengguna salah satunya dengan kegiatan expo internet of things yang kerap di selenggarakan di kota-kota besar Indonesia


10. Otomatisasi rumah




Otomatisasi rumah atau domotik[1] adalah otomatisasi bangunan untuk rumah, yang disebut rumah pintar. Sistem otomasi rumah akan memantau dan/atau mengontrol atribut rumah seperti pencahayaan, iklim, sistem hiburan, dan peralatan. Ini juga dapat mencakup keamanan rumah seperti kontrol akses dan sistem alarm. Saat terhubung dengan Internet, perangkat rumah merupakan konstituen penting dari Internet of Things ("IoT").

11. Medik Kesehatan

Berikut ada beberapa contoh penerapan IoT dalam bidang kesehatan yang bisa Anda temukan dan rasakan manfaatnya: 

1. Pemantauan kesehatan

Berkat adanya teknologi berbasis internet ini, pasien dan dokter semakin dipermudah dalam memantau perkembangan kesehatan tubuh. Teknologi ini memungkinkan adanya pemantauan kesehatan secara real-time yang bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja. 

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan layanan healthtech ataupun perangkat seperti smartwatch yang menampilkan kondisi kesehatan Anda. Dari aplikasi dan perangkat tersebut, Anda bisa mengetahui informasi seperti tekanan darah, kadar glukosa, jumlah mineral dalam tubuh, dan masih banyak lagi. 

Pasien tersebut juga bisa segera mengambil tindakan dari hasil pemantauan tersebut seperti segera minum air secukupnya, menyuntikkan insulin, dan lain sebagainya. 

Hasil pemantauan tersebut bisa mempermudah dokter untuk mengambil tindakan medis yang tepat. Dengan kata lain, jika Anda menemukan ada keganjalan pada data kesehatan, Anda bisa segera menindaklanjutinya ke rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya. 

2. Telemedicine

Konsultasi kesehatan jarak jauh

Perawatan jarak jauh atau telemedicine menerapkan konsep teknologi IoT untuk memudahkan tenaga medis mengetahui perkembangan pasien. Konsep utama yang digunakan pada telemedicine ini adalah konsep teknologi AI di mana ada pemindaian wajah dengan sensor kamera untuk mewadahi komunikasi antara tenaga medis dengan pasien. 

Dengan pemanfaatan internet di dunia medis berupa telemedicine, waktu dan biaya baik bagi pihak rumah sakit atau pasien akan semakin efisien. Pasien tidak perlu keluar ongkos untuk datang ke rumah sakit. Sementara itu, rumah sakit juga bisa mengurangi biaya perawatan fasilitas kesehatan. 

3. Deteksi penyakit

Seorang pasien sedang dilakukan imaging menggunakan mesin MRI

Dengan penerapan IoT ini, tenaga medis bisa lebih cepat dalam melakukan deteksi penyakit seseorang. Ditambah lagi jika ada indikasi penyakit berbahaya, tenaga medis bisa segera mengambil tindakan yang tepat untuk mengobatinya. 

Bentuk alat-alat kesehatan untuk deteksi penyakit yang terhubung dengan teknologi IoT adalah seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging), CT scanrontgen, dan masih banyak lagi. Alat-alat tersebut hingga saat ini juga terus dikembangkan agar tingkat deteksi penyakit semakin akurat dan tepat. 

4. Manajemen aset 

Salah satu kendala yang sering dihadapi oleh layanan kesehatan adalah risiko kerusakan hingga pencurian perangkat atau alat-alat kesehatan. Untuk itu, teknologi IoT diterapkan untuk bantu melacak setiap perangkat tersebut apabila mengalami kerusakan atau permasalahan lainnya. 

Rumah sakit atau klinik akan memiliki manajemen aset yang baik karena perangkat yang terhubung dengan IoT akan memberi respons dan informasi secara real-time untuk segera diambil keputusan. 

Dengan begitu, kualitas dan ketersediaan perangkat kesehatan pun akan terjamin dan bisa digunakan secara optimal untuk perawatan. 

5. Akses rekam medis pasien

Seperti yang sudah disebutkan di atas, teknologi IoT juga terhubung dengan layanan cloud computing yang berisikan data penting rumah sakit dan pasien. Tenaga medis bisa mengunggah dokumen rekam medis pasien ke server tersebut yang kemudian akan bisa diakses oleh siapa pun yang memiliki wewenang. 

Teknologi ini akan sangat bermanfaat terlebih bagi layanan kesehatan yang bertugas di daerah terpencil. Tenaga medis bisa segera mengunggah rekam medis pasien yang ditujukan ke rumah sakit pusat. Lalu, rumah sakit pusat akan menganalisis dan menyiapkan peralatan atau tindakan medis yang harus dilakukan.


12. Transportasi IoT




Penerapan IOT di bidang transportasi
IoT digunakan dalam berbagai sektor, salah satunya yaitu sektor transportasi. Sebagai contoh implementasi IoT adalah mobil Tesla. Pengaplikasian sistem IoT pada Tesla berupa autopilot and self-driving mode, sistem update, konektivitas, aplikasi seluler.

Komentar